Pendapat Saya Tentang Penerapan Kurikulum Merdeka di PAUD

 Hallo guys kembali lagi di blog aku... semoga kalian masih mau membaca blog aku ini yaaaa hihihi;)

Pasti kalian bertanya-tanyakan, kenapa sih mulai cerita baru lagi? padahal masih ada cerita lama yang belum kelar! karena cerita lama adalah masa lalu yang sudah usai, saatnya buka cerita baru karena cerita baru adalah masa depan....slebeewww walaupun tidak nyambung yang guys;( 

Okey saatnya kembali lagi ke topik intinya ya guys....

Menurut saya, penerapan kurikulum merdeka di PAUD sangat penting juga sama halnya dengan kurikulum 13. Karena pada dasarnya pendidikan itu tidak jauh dari yang namanya kurikulum. Kurikulum merdeka ini adalah salah satu kurikulum baru.

Penerapan kurikulum merdeka di jenjang PAUD dapat memberikan memberikan ruang bagi peserta didik untuk tumbuh dan berkembang sesuai kebutuhannya masing-masing. Tujuan dari penerapan kurikulum merdeka ini sendiri adalah agar anak isa sepenuhnya untuk bisa tumbuh, berkembang dan memperoleh  layanan pendidikan secara secara tepat dalam karakteristik serta pembelajaran yang fleksibel. 

kurikulum merdeka ini juga, dapat memberikan keleluasaan bagi guru untuk melakukan pembelajaran yang sesuai dengan tahap pencapaian dan perkembangan bagi peserta didik. Kurikulum merdeka dalam tingkat PAUD sering juga disebut dengan merdeka bermain. Karena dalam konteks pembelajaran tujuannya adalah agar anak tidak memiliki presepsi bahwa belajar itu berat melainkan merdeka bermain adalah proses belajar sambil bermain dan menyenangkan karena bermain adalah belajar.

Selain itu pada kurikulum ini sekolah maupun lembaga pelaksanaan diberikan peranan dalam memiliki peranan untuk membuat sebuah rencana baik jangka pendek maupun jangka panjang. Salah satunya adalah dengan meningkatkan SDM guru dengan memberikan pelatihan mulai dari tingkat pemahaman terhadapa kurikulum, karena masih ada beberapa guru yang tentunya belum terlalu paham dengan kurikulum merdeka ini, serta dengan konsep dan juga tahap implementasinya. Tidak hanya bagi guru, peserta didik juga dapat menjadi lebih aktif dan semangat dalam mengikuti pelajarannya. 


Cukup sekian dulu dari penulisan blog kali ini ya guysss..

Sampai ketemu di penulisan blog selanjutnya....

Seeyouuuu guysssss......๐Ÿ‘‹๐Ÿ‘‹๐Ÿ‘‹

Komentar

  1. Menurut mbak, apa kekurangannya dari penerapan kurikulum merdeka?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kurikulum merdeka adalah program inovatif dan berpotensi memberikan manfaat bagi siswa dan sistem pendidikan indonesia secara keseluruhan. Namun, Salah satu kekurangan kurikulum merdeka ialah setiap program pendidikan kurikulum merdeka belajar memiliki kekurangan yang harus kita perhatikan. Contoh dari kekurangan kurikulum merdeka yaitu infastruktur yang tidak memadai masyarakat menengah ke bawah dan masyarakat pedalaman. Jadi, dalam hal ini infastruktur sangat penting untuk diperhatiakn bagi pemerintah dan lembaga-lembaga lainnya.

      Hapus
  2. bagaimana pendapat mbak tentang kurikulum ini yang hanya memerdekakan anak tapi tidak dengan guru?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pendidikan yang memerdekakan adalah konsep pendidikan yang menempatkan siswa sebagai pusat dari proses pembelajaran dan memberikan kebebsan kepada siswa untuk mengembangkan potensi dirinya secara optimal. Jadi, menurut saya kurikulum merdeka, bukan hanya memerdekakan anak, akan tetapi juga bisa memerdekakan guru. Karena guru memiliki peran penting dalam mengidentifikasikan potensi minat dan kebutuhan belajar siswa. Dengan pendekatan kurikulum merdeka, guru dapat mendesain pembelajaran yang mengakomodasi keberagaman siswa, sehingga setiap siswa dapat berkembang secara optimal.

      Hapus
  3. Kurikulum merdeka di PAUD penting banget. Anak bisa tumbuh dan berkembang sesuai kebutuhan. Kurikulum ini bikin belajar jadi seru, merdeka bermain gitu..

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Strategi Pembentukan Karakter Anak Usia Dini

Pendapat saya tentang fenomena tuntutan orang tua tentang anak harus menguasai Calistung di PAUD

Pengalaman Pertamaku Mengajar